MALAYSIAN REVIVALS

Image

Malaysia terbagi dalam 2 wilayah: Barat dan Timur, Bagian barat terletak pada semenanjung Asia Tenggara dan bagian timur, terletak di Pulau Borneo atau Kalimantan. Kelompok entisnya terdiri dari Melayu, Cina dan India.

Diantar suku-suku asli di Malaysia, ada suku yang terkenal dengan sebutan mantan pemburu kepala, tradisinya saat itu ialah seorang pemuda yang sudah memasuki level dewasa harus membawa kepala dari penduduk desa tetangga. Adat ini terus berlanjut sampai seorang misionaris datang dan akhirnya perubahan besar terjadi di daerah itu.

Masyarakat di Borneo atau Kalimantan lebih terbuka dengan Kekristenan dibanding dengan Malaysia bagian barat yang ada di semenanjung. Beberapa suku asli pedalaman disana telah mengetahui beberapa revival atau kebangkitan yang disertai dengan berbagai mujizat. Hal ini pertama kali terjadi pada tahu 40’an.

Suku Lung Bawang dari Borneo adalah suku yang paling diremehkan diantara suku-suku lain. Hal ini dikarenakan suku ini dulunya sangat suka dengan mabuk-mabukan, hidup dibawah pengaruh alkohol selama 100 hari setiap tahunnya. Sebuah buku berjudul Drunk before Dawn menceritakan bagaimana Tuhan turut campur dalam kehidupan mereka. Mereka mengalami degradasi saat adat perburuan kepala dilarang, mereka melampiaskannya dengan mabuk-mabukan. Pemerintah setempat melaporkan bahwa hanya anjing-anjing lah yang saat itu dalam keadaan sadar. Karena perilaku mereka yang demikian, mereka menjadi subjek wabah dan pengganggu. Tuhan turut campur atas kehidupan mereka saat mereka berada diambang kepunahan. Dengan masuknya Kekristenan saat itu, perubahan yang berangsur-angsur terjadi, sampai saat ini mereka adalah suku bangsa dengan presentase kesuksesan profesionalisme yang paling tinggi

Pada tahun 1973, kegerakan Tuhan dimulai disebuah SMA yang berada disebuah area bernama Bario dimana banyak terdapat sekelompok pemuda disana. kelompok pemuda ini biasanya berkumpul dan berdoa semalam-malaman setelah mereka selesai sekolah. Mereka terinspirasi sebuah buku berjudul Like a Mighty Wind dan mereka percaya bahwa Tuhan akan melakukan kegerakan diantara mereka. Dalam doanya, mereka berkata : “Tuhan, jika Kau sudah lakukan sesuatu yang besar di Indonesia, kami percaya Kau juga akan lakukan di sini, di Bario.”

Saat jawaban datang dari surga, mereka dipenuhi dengan pertobatan yang mendalam disertai dengan tangisan. Keyakinan yang mendalampun muncul secara luar biasa terlihat pada mata mereka. Pada mulanya para guru di sekolah itu muak karena para siswanya menghabiskan doa semalaman padahal paginya mereka harus menghadapi ujian akhir. Roh Allah kembali meyakinkan para guru di sekolah itu sampai mereka juga mengalami kepenuhan, menangis kepada Tuhan. Kebangkitan di Bario ini dimulai dari sekelompok kecil pemuda, sekitar 20-30 orang tapi sekarang menjadi sangat besar dimana informasi ini dapat dicatat arsip pemerintah setempat.

Source: Berita Calvary, Bario Revival 1973

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s