REKONSILIASI

Image

Hai semuannya, sudah lama sekali saya tidak membagikan tulisan saya akhir-akhir ini. Saat ini saya senang sekali bisa kembali berbagi apa yang ada dalam pikiran saya kepada teman-teman blogger semuannya. Saya ingin sekali pada kesempatan ini berbagi mengenai pengalaman hidup saya dalam dalam hal hubungan sosial.

Rekonsiliasi, sebenarnya kata ini adalah kata yang paling saya hindari selama hidup saya, saya bukan tipe orang yang dengan mudahnya melakukan hal yang satu ini. Saya lebih baik memilih untuk Forgive and Forget padahal tagline sepeti ini tidak akan menyelesaikan masalah sosial dengan sempurna. Diperlukan yang namanya Rekonsiliasi dimana saat kita berada dalam konflik dengan kolega maupun keluarga, kita tidak hanya berkata “Aku memaafkanmu dan melupakan kesalahanmu” karena yang namanya manusia tidak mungkin lupa dengan kesalahan orang lain dan pasti orang lain itu juga akan melakukan kesalahan yang sama. Hal ini sudah menjadi sifat dasar manusia maka dari itu perlu yang namanya saling terbuka satu sama lain sehingga timbul pengertian antar keduabelah pihak. Keterbukaan yang dimaksudkan disini adalah kita saling mengakui kelemahan masing-masing sehingga konflik dapat diatasi dengan penuh damai.

Rekonsiliasi sendiri terdiri dari dua arti, yaitu:

1. Perbuatan memulihkan hubungan persahabatan pada keadaan semula; perbuatan menyelesaikan perbedaan. (Social Relationship)

2. Ikhtisar yg memuat rincian perbedaan antara dua akun atau lebih. (Financial Management)

Dari dua pengertian diatas, sudah jelas saya membahas pengertian rekonsiliasi yang pertama, yang berbicara mengenai Social Relationship. Mengapa? Karena hubungan antar manusia adalah hal terpenting dalam kehidupan dimana sejak pertama Tuhan menciptakan manusia, laki-lai dan perempuan supaya dapat saling bekerja sama mengolah taman Eden yang sudah dipercayakan Tuhan kepada mereka dan sejak saat itu kita adalah mahkluk sosial dimana kita saling membutuhkan satu dengan yang lain.

Setiap kita pasti sudah pernah menyakiti dan disakiti orang lain, entah itu teman atau keluarga kita dan apa tindakan kita saat kita berada pada konflik ini?

Seperti yang sudah saya bahas sebelumnya, mungkin sebagian orang berpikir hanya dengan Forgive and Forget, memaafkan dan melupakan kesalahan serta menjauhi teman kita adalah solusi yang tepat, karena dengan solusi seperti ini, kita beranggapan “Daripada nanti aku sakit hati lagi, lebih baik berjauhan saja” maaf teman, saya harus katakan bahwa “KITA BELUM BERES!!” itu sama saja kita belum mengampuni, kalau mau niatnya mengampuni ya  harus sampai tuntas, cabut segala akar kepaitan dan kebencian sampai ke tunas-tunasnya maka dari itu perlu rekonsiliasi dimana kita perlu saling terbuka mengenai kelemahan kita satu dengan yang lain dan memahami kelemahan orang lain atau teman kita sehingga perselisihan dapat diselesaikan dengan penuh kekeluargaan.

TIDAK CUKUP HANYA BERKATA “FORGIVE AND FORGET!”

Kita perlu tahu bahwa keterbukaan dalam rekonsiliasi akan membawa kita kepada pemulihan hidup secara total. Hal ini memang sulit dilakukan tapi segala sesuatu perlu yang namanya PENGORBANAN DAN BAYAR HARGA, seperti tagline yang sering saya dengar “NO SACRIFICE NO FIRE!!” intinya kalau kita tidak mau berusaha, selamanya kita gak akan pernah maju kearah yang lebih baik. so, guys.. sekecil apapun konflik yang kita sedang alami dengan kolega kita, selesaikan sampai TUNTAS!!

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s