GLEE CLUB

Let the music heal your soul…

Mungkin kebanyakan dari kita bertanya-tanya, Apa sih itu Glee? Saat saya pertamakali mengucapkan itu, banyak dari teman – teman saya yang kebingungan dalam menangkap kata ini. Banyak orang pada waktu itu mengira saya aneh karena Glee masih terdengar aneh ditelinga mereka. Tak dipungkiri saat saya pertamakali mendengar kata ini juga masih terdengar aneh. Pertama kali saya mendengar kata ini adalah saat saya melihat acara televisi luar negri yang akan menayangkan drama serial yang berjudul GLEE. Saat itu saya bingung kenapa judulnya GLEE tapi saat saya melihat cuplikannya, saya langsung berpendapat bahwa GLEE adalah serial drama musikal. GLEE sendiri adalah kata dari Bahasa Inggris yang berarti Gembira dan sukacita dan hubungannya dengan musik sendiri adalah saat kita bernyayi, apapun suasana hati kita, kita akan tetap merasa bahagia dan akan menemukan kelegaan dalam hati. Jadi, lewat musik hidup kita akan terasa bahagia dan segala sakit hatipun akan terobati.

GLEE CLUB, di Amerka Serikat merupakan suatu kegiatan extrakulikuler pelajar SMA yang terdiri dari kelompok vokal (Show Choir). Biasanya, mereka tampil dalam acara pertemuan dengan orang tua murid dan guru. Tujuan dari kegiatan ini adalah supaya setiap orang tua murid /wali murid dapat melihat bakat anak-anaknya yang dikembangkan lewat sekolah. Mereka juga biasanya tampil dikompetisi-kompetisi daerah, antar daerah, sampai nasional. Siswa-siswi SMA disana selalu ikut serta disetiap kegiatan extrakulikuler, termasuk Glee Club karena dapat membantu mereka untuk mendaftar ke universitas sesuai minat dan bakat siswa serta mendapat beasiswa, kalau di Indonesia sering kita dengar sebagai PMDK / pendaftaran mahasiswa jalur prestasi. Dalam perkembangannya, Glee Club didirikan di London, UK pada tahun 1787 dan terdiri dari trio atau kwartets dan pada abad ke 19, Glee sangat populer di Amerika Serikat dan telah menjadi tradisi di setiap sekolah di AS memiliki kegiatan Glee Club sebagai extrakulikuler.

Serial Drama Glee sendiri adalah serial drama komedi musikal asal Amerika Serikat yang ditayangkan di salah satu stasiun tv di Amerika Serikat, Fox Channel dan ceritanya ditulis oleh Ryan Murphy, Brad Flachuk dan Ian Brennan. Kisah ini menceritakan tentang kehidupan remaja SMA di SMA Negeri Wiliam McKinnley, Lima, Ohio dan kegiatan Glee Club itu diberi nama “New Direction”. Di serial itu juga diceritakan tentang drama percintaan, persahabatan, sampai masalah – masalah sosial. Kelompok musik ini dulu sempat berhenti karena diceritakan, pelatih Glee Club sebelumnya di sekolah tersebut dipecat karena melakukan tindakan pelecehan seksual terhadap murid. Kemudian kelompok ini dirintis kembali oleh seorang Guru Bahasa Spanyol, Will Schuester yang diperankan oleh seorang penyayi dan pemain broadway, Matthew Morrison. Kelompok yang diawali oleh 6 orang murid sampai pada akhirnya mereka dapat merekruit sampai 12 siswa dan 14 siswa di season yang baru. Selama mereka berlatih dan melakukan kegiatan, banyak tekanan yang mereka alami, mereka mendapat perlakuan yang sangat tidak mengenakan dari siswa-siswi lain, dari disiram dengan Slushie (Minuman seperti jus atau milkshake dengan es serut yang sangat banyak), dikurung didalam kamar mandi, hingga dibenci dan diolok-olok oleh semua siswa siswi di sekolah tersebut. Namun, selama mereka ditekan dan diolok-olok, mereka tak henti-hentinya terus berpegang tangan, saling mendukung untuk menunjukan kepada penghuni sekolah tersebut bahwa mereka bukan sekelompok ‘Loser’ atau Pecundang seperti yang dilontarkan (Dicerita bahwa kegiatan Glee Club memang selalu menjadi olok-olokan sekolah karena bernyanyi, menari, dan bermusik adalah hal paling ‘Loser’ untuk dilakukan). Banyak konflik yang mereka hadapi baik antar anggota Glee Club atau dengan non anggota, tapi mereka selalu menyelesaikannya dengan bernyayi. Disini dapat diambil kesimpulan bahwa musik dapat membantu kita untuk menghadapi segala masalah dengan kepala dingin. Musik dapat digunakan sebagai penyalur emosi dan juga dapat memberikan inspirasi kepada setiap orang.

Pengalaman pribadi yang saya alami dimana sekitar sebulan yang lalu, saya harus menerima kenyataan yang sangat mengejutkan bahwa Ayah saya telah pergi meninggalkan saya selama-lamanya karena penyakit jantung yang diderita. Saat itu saya tidak dapat menahan kesedihan dalam hati saya, selama 2 hari, saya tidak bisa berhenti menagis. Yang menjadi kesedihan saya waktu itu adalah semalam sebelum Ayah saya meninggal, kami sempat bersendau gurau dan makan malam bersama. Saat saya tahu bahwa paginya Ayah saya sudah tiada saat melakukan olahraga di kantor membuat saya tidak dapat melakukan apa-apa selain menangis dan menangis. Saat acara penghiburan, saat itu pak pendeta yang memimpin acara mengajak untuk menaikan puji-pujian pengagungan kepada Tuhan dan saat saya memuji meskipun dengan isap dan tangis air mata, serasa ada kekuatan ilahi yang masuk dalam diri saya dan setelah saya menaikan pujian itu, saya merasa kuat kembali dan dapat merelakan kepergian ayah saya tercinta. Dari sini, saya dapat menyimpulkan bahwa ada kuasa dari setiap lagu dan musik yang kita naikan dan musik dan lagu membantu setiap pribadi dalam menghadapi keadaan. Maka dari itu, pintar-pintar lah kita dalam memilih musik dan lagu, karena musik dapat berimbas dalam kehidupan kita. Pilihlah lagu yang bersifat motivational contohnya lagu dari Whitney Houston yang berjudul I Look to You, menurut saya lagu itu memberi kekuatan ilahi untuk saya pribadi karena kata-katanya yang sangat religius sehingga ada kekuatan ilahi yang masuk dalam diri saya, menguatkan saya sehingga saya tidak terus larut dalam kesedihan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s