“I’m Jelous God”

“Only then will I calm down and let my anger cool. Then you’ll know that I was serious about this all along, that I’m a jealous God and not to be trifled with.”

Ezekiel 5:13

Mungkin setiap kita punya sesosok pribadi yang kita sebut sebagai idola. Mungkin kita mati-matian untuk mengkoleksi semua aksesoris yang berhubungan dengan idola kita. Mungkin ratusan atau jutaan rupiah rela kita habiskan untuk menunjukan kepada teman-teman kita kalau kita adalah penggemar sejati dari idola kita.

Diawal tahun 2000 saja, demam boyband barat merajalela, dari Westlife, A1, Nsync, Backstreet Boys, dll. Penggemar yang kebanyakan remaja putri ini rela berdesak-desakan, menghabiskan uang mereka untuk membeli pernak-pernik dari mereka, bahkan ada beberapa yang meninggal. Sungguh tragik sekali melihat keadaan yang seperti itu.

Kemuadian pada tahun 2003, demam idola dari negeri Taiwan juga merajalela. Dipelopori oleh F4, boyband yang terkenal lewat serial “Meteor Garden” ini telah memikat jutaan penggemar seluruh Asia, termasuk Indonesia. Diawal tahun 2003 dimana boyband tersebut menggelar konser pertamakalinya di Jakarta, telah menarik sekitar 50.000 penggemar untuk membeli tiket, tiket yang dijual hingga 3 juta rupiah itu habis dibeli penggemar.

Sekarang ini, demam boyband dan girlband asal negeri gingseng, Korea juga merajalela bahkan menginspirasi musik industri dalam negri. Bayak sekali saat ini boyband dan girlband Indonesia yang terinspirasi oleh bintang-bintang Korea seperti Sm*sh, The Hitz, 7 Icons, Cherrybelle, dll. Penggemar dari boyband dan girlband baik Korea maupun dalam negripun rela menghabiskan budget besar tidak hanya memiliki aksesoris dari boyband dan girlband idola mereka bahkan mereka berlomba-lomba untuk berpenampilan seperti mereka, dari operasi plastik sampai mendesain baju dengan style bintang Korea.

Melihat kenyataan diatas sangatlah memilukan, karena mereka rela berbuat lebih dari batas kewajaran  hanya demi sesuatu yang duniawi dan tidak abadi. Inilah yang membuat Tuhan sangat sedih karena seakan-akan posisiNya sudah tergantikan oleh pribadi-pribadi yang mereka sebut sebagai “Bintang”. Bukannya salah kita punya mengidolakan seseorang tapi kalau sudah menggantikan posisi Tuhan dan merugikan diri sendiri itu yang menjadi kesalahan besar. Hidup didunia ini sangatlah singkat, jadi kita sebagai umat Tuhan hendaknya tidak mengejar sesuatu yang duniawi saja tapi kita harus hidup seimbang. Kita manusia terdiri dari roh dan daging, kalau kita hanya memenuhi hasrat duniawi saja, maka roh kita bisa mati.

Seperti pada petikan ayat diatas yang dimana Tuhan sangat marah kepada bangsa Israel yang sudah melupakan dan mengabaikan Tuhan. Tuhan adalah pribadi yang pencemburu, jadi jangan sampai posisi Tuhan tergantikan oleh kegemaran kita akan sesuatu atau seseorang.

Tuhan tidak hanya cemburu dengan idola kita, tapi sekali lagi Tuhan cemburu akan segala sesuatu yang menggantikan posisinya. Itu bisa jadi Tuhan cemburu dengan pekerjaan kita. Mungkin sebelum kita dapat pekerjaan, kita sangat menggebu-gebu melaksanakan kehidupan doa kita tapi setelah mendapat pekerjaan, kehidupan doa kita mulai undur. Sekali lagi, kita perlu yang namanya membangun manusia roh kita melalui doa.

Pengalaman pribadi yang saya alami, saya juga dulu sangat mengidolakan bintang-bintang idola saya, khususnya bintang-bintang penyayi barat. Dari kesukaan yang saya miliki itu, saya ingin menunjukan kepada teman-teman saya kalau saya sangat update dalam pengetahuan akan musik yang sedang trend. Dari situ mulai timbul kesombongan dalam hidup saya, dan sampai akhirnya Tuhan tegor saya melalui hasil IPK yang buruk saat saya kuliah dulu. Dari pengalaman itu, saya belajar untuk rendah hati.

Kesombongan juga merupakan hal yang tidak disenangi Tuhan. Lucifer, salah satu mantan malaikat Tuhan yang paling dimuliakan pada akhirnyapun diiusir ke bumi oleh Tuhan karena kesombongannya. Maka dari itu,kita sebagai umat Tuhan harus mengerti tentang apa saja yang membuat Tuhan tidak senang dan cemburu. Kita perlu mengenal Tuhan lebih dalam secara pribadi lewat doa-doa kita dan pembacaan kitab suci.

Saya sangat kagum dengan saudara saudara Muslim disekitar saya, karena apapun kesibukan mereka, mereka tidak pernah lupa melaksanakan ibadah Sholat  sesuai waktu yang sudah ditentukan. Saya belajar ketaatan yang mereka lakukan dan seharusnya itu menjadi contoh bagi setiap insan untuk tidak lupa mengabdi kepada Tuhan kita. Bagaimanapun juga, kita bisa hidup sampai sekarang karena campur tangan Tuhan juga.

Semoga artikel ini bisa bermanfaat.

Yesaya Whisnu Wardhana

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s